Rabu, 25 Juli 2012

Meraih kemenangan shaum Ramadhan



Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Dalam rangka menjaring penonton, beberapa stasiun tv mengusung tema “menuju satu kemenangan”. Tidak kalah lagi supermarket-supermarket juga ikut memanfaatkan momentum bulan Ramadhan untuk menjaring konsumen, dengan berbagai slogan “Dalam Rangka Meraih Kemenangan Ramadhan Supermarket X memberikan diskon 50% untuk belanja busana muslim”. Sepintas kita akan terbawa oleh slogan-slogan itu, bahwa dengan menonton tv A, kita akan mendapat kemenangan. Kalau kita belanja sarung di supermarket X, akan menjadi pemenang diskon 50%.

Apa makna dari kemenangan di bulan Ramadhan?

Beberapa hadist memberikan gambaran bentuk kemenangan yang akan diperoleh di bulan Ramadhan, antara lain :

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata : Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda : “Jika datang bulan Ramadhan terbukalah pintu-pintu rahmat, tertutup pintu-pintu neraka dan para syaitan terbelenggu” ( HR.Muslim dalam Shohihnya, Kitab Ash Shiyam, Bab Fadhl Syahri Ramadhan no.1079 ).

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mengerjakan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) dilandasi keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah maka diampunkan baginya dosa yang telah lampau”, dalam riwayat yang lain : “Barangsiapa yang mengerjakan puasa di bulan Ramadhan dilandasi keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah maka diampunkan baginya dosa yang telah lampau” [ HR.Bukhori dalam Shohihnya, Kitab Al Iman no.37,38 dan Muslim dalam Shohihnya (760) ]

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata : Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda : “Apabila telah masuk malam pertama di bulan Ramadhan maka syaitan dan jin pengganggu terbelenggu, pintu-pintu neraka tertutup tidak satupun terbuka darinya, pintu-pintu surga terbuka tidak satupun tertutup darinya, ada malaikat yang akan menyeru : “Wahai para pencari kebaikan menujulah (kebaikan tsb), wahai para pencari kejahatan berhentilah (dari kejahatan) dan Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka dan ini terjadi di setiap malam bulan Ramadhan” ( HR.Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab Ash Shaum ‘an Rasulillah, Bab Maa Jaa Fi Fadhli Syahri Ramadhan, no 683 )

Artinya, selama kita mejalankan ibadah shaum dengan benar serta melengkapinya dengan ibadah-ibadah sunah dan peningkatan kepedulian sosial, maka kita akan memenangkan 3 hal, yaitu rahmat, maghfiroh dan itkum minannar (dijauhkan dari api neraka).

Melengkapi shaum dengan ibadah-ibadah sunah

Salah satu hadist populer dibulan Ramadhan dalam rangka menarik minat kita untuk melengkapi ibadah-ibadah wajib dengan ibadah-ibadah sunah adalah :

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ, اَلْحَسَنَةُ بِعَشْرُ اَمْـثَالِهَا اِلَى سَبْعِمِائَةٍ ضِعْفٍ, قَالَ اللهُ تَعَالَى: اِلاَّ الصَّوْمَ فَاِنَّهُ لِى وَاَنَا اَجْزِى بِهِ (رواه مسلم)  

Artinya: “Setiap amal anak Adam dilipat gandakan, satu kebaikan saja akan dilipat gandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, Allah Ta’ala berfirman: “Terkecuali (terkhusus) ibadah puasa, sesungguhnya (puasa itu) adalah (spesial) untuk-Ku, dan (terserah) Aku dalam memberikan pahalanya” (HR. Muslim).


Shalat Qiyyamu Ramadhan atau lebih populernya dengan sebutan sholat tarawih hukumnya adalah sunnah Mu’akkadah. Artinya sesuatu yang banyak diberikan motivasi oleh syariat untuk dikerjakan.

Dari Aisyah bahwa Rasulullah s.a.w. pada suatu malam (di bulan Ramadhan) mendirikan sholat, lalu datang orang-orang pada berikutnya (ingin sholat bersama beliau). Kemudian datanglah malah ketiga atau keempat dan orang-orang pun sudah berdatangan, namun beliau tidak keluar. Saat pagi datang beliau bersabda:"Aku telah melihat yang kalian lakukan, dan aku tidak keluar karena aku takut sholat itu nantinya diwajibkan kepada kalian". (H.R. Muslim).

Meningkatkan Kepedulian Sosial

Kepedulian sosial tidak bisa dipisahkan dari makna shaum di bulan Ramadhan. Allah SWT hanya mewajibkan 1 bulan dari 12 bulan dalam setahun untuk berpuasa. Hal ini semata-mata agar umat Islam di dunia ini bisa lebih peduli kepada saudara-saudaranya yang tidak mampu.

Seandainya umat Islam mau lebih jauh menelaah, sisi kepedulian sosial di bulan Ramadhan lebih leluasan bergerak positif dalam rangka mengurangi angka kemiskinan. Selain banyaknya umat Islam yang menjalankan zakat, baik zakat fitrah atau zakat maal dan zakat-zakat lainnya, kepedulian sosial bisa diwujudkan dalam bentuk gemar melakukan infaq dan sadaqah.

Infaq dan sadaqah yang tidak ada batasan nilai nominalnya, tentu sangat bermanfaat langsung untuk saudara-saudara kita yang kesulitan ekonominya. Selain bisa ikut menikmati indahnya Ramadhan dan gembiranya umat islam di Idul Fitri, dana-dana yang terkumpul dari zakat, infaq dan sadaqah bisa menjadi modal usaha bagi mereka selanjutnya.
Sesungguhnya orang-orang yg beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat & menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka & tdk (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al Baqarah : 277 ).

Orang-orang yg menafkahkan hartanya di malam & di siang hari secara tersembunyi & terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka & tdk (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al Baqarah : 274 ).
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (Q.S. Al Baqarah : 215 ).

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran – 134)

Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu , ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Siapa yg bersedekah dgn sebiji korma yg berasal dari usahanya yg halal lagi baik (Allah tdk menerima kecuali dari yg halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dgn tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga & memeliharnya utk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yg menjaga & memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.

Memperbanyak membaca Al Qur’an

Al Qur’an di turunkan di bulan suci Ramadhan, sehingga dijuluki sebagai Syahrul Qur’an atau bulan mengakrabi Al Qur’an. Tidak berlebihan kalau kita juga lebih mengakrabi diri kepada Al Qur’an selama bulan Ramadhan.

Setelah pada tahun-tahun lalu, kita sudah bisa melakukan hatam Al Qur’an, maka tahun ini diusahakan dilengkapi dengan pemahaman isi Al Qur’an. Bagi yang sudah sering hatam dan paham isi Al qur’an, tambah lagi hafalan surat-surat Al Qur’an. Bagi yang sudah sering hatam, paham isi Al Qur’an, dan hafal surat-surat Al Qur’an, sebaiknya perbanyak murid yang belajar Al Qur’an.
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” [QS. Al Baqarah : 185].



“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Qs. Shad : 29].

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :  “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027].

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]

Perbanyak Do’a

Beberapa hadist menerangkan tentang keuntungan berdo’a disaat kita berpuasa.

Dari Abdullah Bin Amr Bin Ash radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Saw. berkata : Sesungguhnya bagi orang yang sedang shaum saat berbuka doanya tidak ditolak. (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits lain Rasul bersabda : Ada tiga do’a yang tidak akan ditolak Allah; orang yang shaum sampai dia berbuka, imam (pemimpin) yang adil dan oang yang tezhalimi (teraniaya). (HR. Tirmizi).


Berusaha mendapatkan Rahmat dan Maghfirah dari Allah SWT

Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagaimana berikut ini:

Dari Abu Hurairah RA., dari Rasulullah SAW. sesungguhnya beliau bersabda: “Amal seseorang diantara kamu tidak akan menyelamatkannya”, seseorang bertanya: Anda juga wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Tidak juga saya, kecuali Allah memenuhi diriku dengan rahmat, tetapi berbuatlah yang lurus”. (HR Muslim)

Jika kita berhitung dengan usia kita saat ini, semisal diri saya yang sudah menginjak usia kepala 4. Kalau saja usia akil balig normalnya di usia 12 tahun, berarti saya insyaAllah sudah melaksanakan shaum Ramadhan selama kurang lebih 30 tahun.

Tidak ada yang salah kalau shaum artinya adalah menahan lapar, haus, serta hubungan suami istri, karena definisi ini memang jelas di QS: Al Baqarah ayat 187. Tentunya tahapan perkembangan usia dan kedewasaan dalam menyikapi ibadah shaum seharusnya ada peningkatan, yaitu peningkatan kualitas beribadah di bulan Ramadhan.

Senin, 23 Juli 2012

Berdo'alah hanya kepada Allah SWT


Assalamu alaikum waroh matullahi wabarokaatuh



Keutamaan berDo’a
Rasanya kita harus benar-benar yakin, kalau kita hanya mahluk dari yang Maha Pencipta, Maha Pengatur, Maha Kuasa, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yaitu sang Khalik Allah SWT.
Sebagai mahluk dari Sang Khalik, tidak ada tempat meminta yang paling banar dan tepat, selain kepada Allah SWT. Meyakini bahwa Allah memang sangat dekat dengan mahlukNya, adalah langkah utama dalam berdo’a kepada Allah SWT.

QS. Al-Baqarah : 186
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat, Aku kabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia berdo’a kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku dan beriman kepada Ku, agar mereka memperoleh kebenaran."


Seberapa dekat sebenarnya Allah dengan kita

QS. Qaaf : 16
"Dan sungguh. Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatimya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."

MasyaAllah, digambarkanNya jarak antara Dia dengan mahlukNya sangat begitu dekatnya. Tidak salah kalau kita hanya memanjatkan do’a hanya kepada Allah SWT Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.


Dimana Allah SWT sebenarnya

QS. As Sajdah : 4
"Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"

QS. Al A’raf : 54
"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang mencipkan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di Arasy. Dia mnutup malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. Dia menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintahNya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hakNya. Mahasuci Allah, Tuham seluruh alam."

Dua ayat tersebut di atas harusnya menjadi kesadaran kita sebagai salah satu makhluk di muka bumi ini memang ada yang mengatur. Allah SWT mengatur mahlukNya dalam jalan yang benar. Jalan yang diridhoi Allah dan pasti menuju surga milik Allah.


Tata cara berdo’a

Mari kita perbaiki cara kita berdo’a kepada Allah SWT. Tentunya dengan meyakini hanya Allah SWT yang Maha Kuasa, tidak dengan menyombongkan diri, dengan suara yang lemah lembut, dengan rasa takut dan penuh harap dikabulkan do’anya.

QS. Al-Mu’min : 60
"Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo’alah kepada Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah Ku akan masuk nereka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

QS. Al A’raf : 55-56
"Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan rendah hati ddan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
 
"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepadaNya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan."

QS. Al A’raf : 205
"Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah."


Allah Maha Mengetahui

Tidak ada yang lebih tahu dari Allah tentang yang tersembunyi, tentang yang gaib, tentang yang belum terjadi, dan hanya Allah SWT yang mengetahui semua yang terjadi dari yang lebih dari yang sedikit keita ketahui.

QS. Al An’am : 59
"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada Nya, tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia megetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahuiNya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula suatu yang basah atau yang kering, yang tertulis dalam Kitab yang nyata."

Untuk yakinlah bahwa do’a kita akan dikabulkan Allah SWT dengan 3 cara :
  1. Diberikan apa yang dia minta.
  2. Tidak diberikan apa yang dia minta tapi sebagai gantinya Allah melindunginya dari kejelekan.
  3. Disimpankan untuknya sampai hari kiamat.

Namun Allah SWT punya hak untuk menolak mengabulkan do’a yang dikabulkan karena hal-hal berikut :
  • Doanya mengandung kemaksiatan.
  • Doanya mengandung maksud pemutusan silaturahmi.
  • Doa yang dipanjatkan tergesa-gesa.
  • Makanan dan minuman yang disantap adalah makanan dan minuman yang haram.
  • Pakaian yang dipakai berasal dari barang yang haram, atau bersumber dari yang haram. 
  • Membiarkan kemungkaran di depan matanya tanpa adanya pengingkaran.