Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
Dalam rangka menjaring penonton, beberapa stasiun tv
mengusung tema “menuju satu kemenangan”. Tidak kalah lagi supermarket-supermarket
juga ikut memanfaatkan momentum bulan Ramadhan untuk menjaring konsumen, dengan
berbagai slogan “Dalam Rangka Meraih Kemenangan Ramadhan Supermarket X memberikan
diskon 50% untuk belanja busana muslim”. Sepintas kita akan terbawa oleh slogan-slogan
itu, bahwa dengan menonton tv A, kita akan mendapat kemenangan. Kalau kita
belanja sarung di supermarket X, akan menjadi pemenang diskon 50%.
Apa makna dari kemenangan di bulan Ramadhan?
Beberapa hadist memberikan gambaran bentuk kemenangan yang
akan diperoleh di bulan Ramadhan, antara lain :
Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata : Rasulullah
shallallohu alaihi wasallam bersabda : “Jika datang bulan Ramadhan
terbukalah pintu-pintu rahmat, tertutup pintu-pintu neraka dan para syaitan
terbelenggu” ( HR.Muslim dalam Shohihnya, Kitab Ash Shiyam, Bab
Fadhl Syahri Ramadhan no.1079 ).
Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata bahwa Rasulullah
shallallohu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mengerjakan
qiyam Ramadhan (shalat tarawih) dilandasi keimanan dan mengharapkan pahala di
sisi Allah maka diampunkan baginya dosa yang telah lampau”, dalam riwayat yang
lain : “Barangsiapa yang mengerjakan puasa di bulan Ramadhan dilandasi keimanan
dan mengharapkan pahala di sisi Allah maka diampunkan baginya dosa yang telah
lampau” [ HR.Bukhori dalam Shohihnya, Kitab Al Iman no.37,38 dan
Muslim dalam Shohihnya (760) ]
Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata : Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda
: “Apabila telah masuk malam pertama di bulan Ramadhan maka syaitan dan jin
pengganggu terbelenggu, pintu-pintu neraka tertutup tidak satupun terbuka
darinya, pintu-pintu surga terbuka tidak satupun tertutup darinya, ada malaikat
yang akan menyeru : “Wahai para pencari kebaikan menujulah (kebaikan tsb),
wahai para pencari kejahatan berhentilah (dari kejahatan) dan Allah memiliki
hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka dan ini terjadi di setiap malam
bulan Ramadhan” ( HR.Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab Ash Shaum ‘an
Rasulillah, Bab Maa Jaa Fi Fadhli Syahri Ramadhan, no 683 )
Artinya, selama kita mejalankan ibadah shaum dengan benar
serta melengkapinya dengan ibadah-ibadah sunah dan peningkatan kepedulian
sosial, maka kita akan memenangkan 3 hal, yaitu rahmat, maghfiroh dan itkum
minannar (dijauhkan dari api neraka).
Melengkapi shaum dengan ibadah-ibadah sunah
Salah satu hadist populer dibulan Ramadhan dalam rangka
menarik minat kita untuk melengkapi ibadah-ibadah wajib dengan ibadah-ibadah
sunah adalah :
كُلُّ عَمَلِ
ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ, اَلْحَسَنَةُ بِعَشْرُ اَمْـثَالِهَا اِلَى سَبْعِمِائَةٍ
ضِعْفٍ, قَالَ اللهُ تَعَالَى: اِلاَّ الصَّوْمَ فَاِنَّهُ لِى وَاَنَا اَجْزِى
بِهِ (رواه مسلم)
Artinya:
“Setiap amal anak Adam dilipat gandakan, satu kebaikan saja akan dilipat
gandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, Allah Ta’ala berfirman:
“Terkecuali (terkhusus) ibadah puasa, sesungguhnya (puasa itu) adalah (spesial)
untuk-Ku, dan (terserah) Aku dalam memberikan pahalanya” (HR. Muslim).
Shalat Qiyyamu Ramadhan atau
lebih populernya dengan sebutan sholat tarawih hukumnya adalah sunnah Mu’akkadah.
Artinya sesuatu yang banyak diberikan motivasi oleh syariat untuk dikerjakan.
Dari Aisyah bahwa Rasulullah s.a.w.
pada suatu malam (di bulan Ramadhan) mendirikan sholat, lalu datang orang-orang
pada berikutnya (ingin sholat bersama beliau). Kemudian datanglah malah ketiga
atau keempat dan orang-orang pun sudah berdatangan, namun beliau tidak keluar.
Saat pagi datang beliau bersabda:"Aku telah melihat yang kalian lakukan,
dan aku tidak keluar karena aku takut sholat itu nantinya diwajibkan kepada
kalian". (H.R. Muslim).
Meningkatkan Kepedulian Sosial
Kepedulian sosial tidak bisa
dipisahkan dari makna shaum di bulan Ramadhan. Allah SWT hanya mewajibkan 1
bulan dari 12 bulan dalam setahun untuk berpuasa. Hal ini semata-mata agar umat
Islam di dunia ini bisa lebih peduli kepada saudara-saudaranya yang tidak
mampu.
Seandainya umat Islam mau lebih jauh menelaah,
sisi kepedulian sosial di bulan Ramadhan lebih leluasan bergerak positif dalam
rangka mengurangi angka kemiskinan. Selain banyaknya umat Islam yang
menjalankan zakat, baik zakat fitrah atau zakat maal dan zakat-zakat lainnya,
kepedulian sosial bisa diwujudkan dalam bentuk gemar melakukan infaq dan
sadaqah.
Infaq dan sadaqah yang tidak ada
batasan nilai nominalnya, tentu sangat bermanfaat langsung untuk
saudara-saudara kita yang kesulitan ekonominya. Selain bisa ikut menikmati
indahnya Ramadhan dan gembiranya umat islam di Idul Fitri, dana-dana yang
terkumpul dari zakat, infaq dan sadaqah bisa menjadi modal usaha bagi mereka
selanjutnya.
Sesungguhnya
orang-orang yg beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat
& menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka & tdk (pula) mereka bersedih hati.
(Q.S. Al Baqarah : 277 ).
Orang-orang
yg menafkahkan hartanya di malam & di siang hari secara tersembunyi &
terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka & tdk (pula) mereka bersedih hati.
(Q.S. Al Baqarah : 274 ).
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah:
"Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak,
kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang
dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya
Allah Maha Mengetahuinya. (Q.S. Al Baqarah : 215 ).
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran – 134)
Dari Abu Huraira radhiyallahu
`anhu , ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Siapa yg bersedekah dgn sebiji korma yg berasal
dari usahanya yg halal lagi baik (Allah tdk menerima kecuali dari yg halal lagi
baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dgn tangan kanan-Nya
kemudian Allah menjaga & memeliharnya utk pemiliknya seperti seseorang di
antara kalian yg menjaga & memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut
menjadi sebesar gunung.”
Memperbanyak membaca Al Qur’an
Al Qur’an di turunkan di bulan suci
Ramadhan, sehingga dijuluki sebagai Syahrul Qur’an atau bulan mengakrabi Al Qur’an.
Tidak berlebihan kalau kita juga lebih mengakrabi diri kepada Al Qur’an selama
bulan Ramadhan.
Setelah pada tahun-tahun lalu, kita
sudah bisa melakukan hatam Al Qur’an, maka tahun ini diusahakan dilengkapi
dengan pemahaman isi Al Qur’an. Bagi yang sudah sering hatam dan paham isi Al
qur’an, tambah lagi hafalan surat-surat Al Qur’an. Bagi yang sudah sering
hatam, paham isi Al Qur’an, dan hafal surat-surat Al Qur’an, sebaiknya
perbanyak murid yang belajar Al Qur’an.
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Qs. Shad : 29].
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sebaik-baik
kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027].
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]
Perbanyak Do’a
Beberapa hadist menerangkan tentang keuntungan berdo’a
disaat kita berpuasa.
Dari Abdullah Bin Amr Bin Ash radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi
Saw. berkata : Sesungguhnya bagi orang yang sedang shaum saat berbuka doanya
tidak ditolak. (HR. Ibnu Majah).
Dalam hadits lain Rasul bersabda : Ada tiga do’a yang tidak
akan ditolak Allah; orang yang shaum sampai dia berbuka, imam (pemimpin) yang
adil dan oang yang tezhalimi (teraniaya). (HR. Tirmizi).
Bisa dikaji kembali tentang do’a di http://fan9471.blogspot.com/2012/07/berdoalah-hanya-kepada-allah-swt.html.
Berusaha mendapatkan Rahmat dan Maghfirah dari Allah SWT
Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim
sebagaimana berikut ini:
Dari Abu Hurairah RA., dari
Rasulullah SAW. sesungguhnya beliau bersabda: “Amal seseorang diantara kamu
tidak akan menyelamatkannya”, seseorang bertanya: Anda juga wahai Rasulullah?
Beliau menjawab: “Tidak juga saya, kecuali Allah memenuhi diriku dengan rahmat,
tetapi berbuatlah yang lurus”. (HR Muslim)
Jika kita berhitung dengan usia kita saat ini, semisal diri
saya yang sudah menginjak usia kepala 4. Kalau saja usia akil balig normalnya
di usia 12 tahun, berarti saya insyaAllah sudah melaksanakan shaum Ramadhan
selama kurang lebih 30 tahun.
Tidak ada yang salah kalau shaum artinya adalah menahan
lapar, haus, serta hubungan suami istri, karena definisi ini memang jelas di QS:
Al Baqarah ayat 187. Tentunya tahapan perkembangan usia dan kedewasaan dalam
menyikapi ibadah shaum seharusnya ada peningkatan, yaitu peningkatan kualitas
beribadah di bulan Ramadhan.

