Assalamu alaikum waroh matullahi wabarokaatuh
Keutamaan berDo’a
Rasanya kita harus benar-benar yakin, kalau kita hanya mahluk dari yang
Maha Pencipta, Maha Pengatur, Maha Kuasa, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
yaitu sang Khalik Allah SWT.
Sebagai mahluk dari Sang Khalik, tidak ada tempat meminta yang paling
banar dan tepat, selain kepada Allah SWT. Meyakini bahwa Allah memang sangat
dekat dengan mahlukNya, adalah langkah utama dalam berdo’a kepada Allah SWT.
QS. Al-Baqarah : 186

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku,
maka sesungguhnya Aku dekat, Aku kabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila
dia berdo’a kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku dan beriman
kepada Ku, agar mereka memperoleh kebenaran."
Seberapa dekat sebenarnya Allah
dengan kita
QS. Qaaf : 16

"Dan sungguh. Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang
dibisikkan oleh hatimya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
MasyaAllah, digambarkanNya jarak antara Dia dengan mahlukNya sangat
begitu dekatnya. Tidak salah kalau kita hanya memanjatkan do’a hanya kepada
Allah SWT Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Dimana Allah SWT sebenarnya
QS. As Sajdah : 4

"Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya
dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Bagimu tidak ada
seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak
memperhatikan?"
QS. Al A’raf : 54

"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang mencipkan langit dan bumi dalam
enam masa, lalu Dia bersemayam di Arasy. Dia mnutup malam kepada siang yang
mengikutinya dengan cepat. Dia menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang
tunduk kepada perintahNya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hakNya.
Mahasuci Allah, Tuham seluruh alam."
Dua ayat tersebut di atas harusnya menjadi kesadaran kita sebagai salah
satu makhluk di muka bumi ini memang ada yang mengatur. Allah SWT mengatur
mahlukNya dalam jalan yang benar. Jalan yang diridhoi Allah dan pasti menuju
surga milik Allah.
Tata cara berdo’a
Mari kita perbaiki cara kita berdo’a kepada Allah SWT. Tentunya dengan
meyakini hanya Allah SWT yang Maha Kuasa, tidak dengan menyombongkan diri,
dengan suara yang lemah lembut, dengan rasa takut dan penuh harap dikabulkan
do’anya.
QS. Al-Mu’min : 60

"Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo’alah kepada Ku, niscaya akan Aku
perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah
Ku akan masuk nereka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
QS. Al A’raf : 55-56

"Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan rendah hati ddan suara yang lembut.
Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."


"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan)
dengan baik. Berdo’alah kepadaNya dengan rasa takut dan penuh harap.
Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan."
QS. Al A’raf : 205

"Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut,
dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah
kamu termasuk orang-orang yang lengah."
Allah Maha Mengetahui
Tidak ada yang lebih tahu dari Allah tentang yang tersembunyi, tentang
yang gaib, tentang yang belum terjadi, dan hanya Allah SWT yang mengetahui
semua yang terjadi dari yang lebih dari yang sedikit keita ketahui.
QS. Al An’am : 59

"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada Nya, tidak ada yang mengetahui
selain Dia. Dia megetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak sehelai daun
pun yang gugur yang tidak diketahuiNya. Tidak ada sebutir biji pun dalam
kegelapan bumi dan tidak pula suatu yang basah atau yang kering, yang tertulis
dalam Kitab yang nyata."
Untuk yakinlah bahwa do’a kita akan dikabulkan Allah SWT dengan 3 cara
:
- Diberikan apa yang dia minta.
- Tidak diberikan apa yang dia minta tapi sebagai gantinya Allah melindunginya dari kejelekan.
- Disimpankan untuknya sampai hari kiamat.
Namun Allah SWT punya hak untuk menolak mengabulkan do’a yang
dikabulkan karena hal-hal berikut :
- Doanya mengandung kemaksiatan.
- Doanya mengandung maksud pemutusan silaturahmi.
- Doa yang dipanjatkan tergesa-gesa.
- Makanan dan minuman yang disantap adalah makanan dan minuman yang haram.
- Pakaian yang dipakai berasal dari barang yang haram, atau bersumber dari yang haram.
- Membiarkan kemungkaran di depan matanya tanpa adanya pengingkaran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar